Kekacauan saat pedagang Hausa membunuh pengemudi Yoruba karena N30 di Lagos

Kekacauan melanda Jalan Mojeed Sanni, di daerah Igando di Negara Bagian Lagos pada hari Senin setelah seorang pedagang Hausa berusia 40 tahun, Ibrahim Adamu, diduga membunuh seorang sopir bus berusia 30 tahun, Lekan Adeleke.

DAILY POST mengetahui bahwa masalah dimulai pada hari Minggu setelah almarhum dilaporkan membeli mie senilai N230 dari putra tersangka pada Minggu malam dan membayar N200 serta berjanji untuk membayar sisa N30 keesokan harinya.

Anak tersangka yang dikabarkan tidak percaya dengan ide tersebut, dikabarkan melapor kepada ayahnya, Adamu, yang marah dan menyerang Adeleke keesokan harinya (Senin).

Ketika Adeleke melihat bahwa dia tidak dapat lagi menangani situasi tersebut, dia mengambil tindakan, tetapi tersangka mengikutinya dan memukul kepalanya dengan papan paku ketika dia mencoba melompati selokan.

Adeleke terjatuh dan kepalanya terbentur tepi selokan hingga tak sadarkan diri.

Setelah perkembangannya, Adamu membawanya ke kiosnya dan mulai menuangkan air ke kepalanya.

Hal itu dilakukannya saat sejumlah besar warga menyerbu lokasi tersebut. Ketika dia melihat mereka, dia meninggalkan korbannya dan mengambil langkah.

Berbicara dalam bahasa Hausa saat lepas landas, Adamu dikabarkan meminta putranya untuk melarikan diri ke arah lain.

Peristiwa yang terjadi pada Senin itu menimbulkan kericuhan di kawasan tersebut ketika sejumlah warga dan teman almarhum membuat api unggun di jalan.

Mereka mengancam akan membalas pembunuhan tersebut dan akibatnya mengusir pedagang Hausa yang ada di masyarakat.

Namun, nasib buruk menghampiri Adamu saat ia tertangkap oleh massa yang marah.

Orang-orang tersebut sedang dalam proses menjatuhkan hukuman hutan kepadanya ketika polisi dari Divisi Igando, dipimpin oleh Petugas Polisi Divisi, Olatunji Ajimuda, menyerbu daerah tersebut.

Namun jika polisi bisa turun tangan, tersangka akan digantung ketika mereka menghancurkan kios Adamu dan membakarnya.

Meski ada yang terlibat kerusuhan, ada pula yang membawa Adeleke ke rumah sakit.

Dia rupanya meninggal sekitar pukul 12.00 pada hari Senin.

Mengonfirmasi kejadian tersebut, Humas Polri, PPRO, SP Dolapo Badmos, mengatakan kepada DAILY POST bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Menurutnya, itu adalah kasus pembunuhan. Salah satu Adamu menggunakan papan untuk memukul kepala sopir bus, Adeleke, yang menyebabkan kematiannya.

“Tim polisi membawa jenazah Adeleke ke kamar mayat dan membayar N15.000 agar jenazahnya disimpan di Rumah Sakit Umum Daratan untuk diautopsi.

“Kami telah mengintensifkan patroli di wilayah tersebut ketika keadaan kembali normal,” tambah PPRO.


link sbobet

By gacor88